Header Ads

ads header

Unjuk Rasa Mahasiswa UMI Akibat Konflik Pimpinan Universitas Berakhir Damai

Makassar, SAKTI NEWS - Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang dipicu oleh perselisihan antara dua pimpinan universitas. Sabtu (12/10/2023). 

Pukul 15:00 Wita, ratusan mahasiswa UMI memblokade Jalan Urip Sumoharjo di Kota Makassar dengan membakar ban mobil dan bambu, memaksa kendaraan masyarakat untuk mencari jalan alternatif.

Aksi unjuk rasa berlangsung tanpa henti, dengan mahasiswa bergantian menyampaikan aspirasinya. Isu utama dalam aksi ini adalah dampak perseteruan dua pimpinan universitas yang telah memengaruhi mahasiswa.

Hingga sore hari sebelum magrib, massa aksi tetap bertahan menutup jalanan. Mereka membubarkan diri sekitar pukul 17:00 Wita, namun menegaskan bahwa jika hak-hak mahasiswa tidak dipulihkan dan perkuliahan tidak diaktifkan, mereka akan turun lagi dengan jumlah yang lebih besar untuk memperjuangkan hak mereka.

Setelah membubarkan diri, Jalan Urip Sumoharjo kembali dibuka, dan para pengendara dapat melintasi depan kampus UMI dengan bebas.

Ketua Umum Hidjaz SC UMI Fakultas Hukum, Aditya Sakti Nur Asbar, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas konflik antara Prof. Dr. H. Basri Modding (Rektor UMI) dan Prof. Dr. H. Sufirman Rahman (Plt. Rektor UMI), yang telah menciptakan kebingungan dan ketegangan di kampus UMI.

Konflik ini muncul setelah dua surat edaran dikeluarkan pada waktu yang sama pada Selasa, 10 Oktober 2023, menimbulkan kekhawatiran bahwa salah satu surat tersebut dapat berdampak negatif pada hak-hak dan kerugian materiil, serta melanggar hukum.

"Sakti juga mencatat Adanya dugaan kejanggalan dalam penomoran surat dan penggunaan stempel Universitas."

Disisi lain juga mendapat isu dugaan adanya penyelewengan Dana Kampus, menjadi polimik penyebab konflik.

Mahasiswa berharap agar kedua pihak segera menyelesaikan konflik ini termasuk pihak Yayasan tanpa mengorbankan mahasiswa, dan menjadi contoh yang baik dalam menyelesaikan perselisihan. (AS)

Tidak ada komentar