Dekan Fisip UHO Berduka Ayahanda Prof. Eka Suaib Meninggal Dunia
Makassar, SAKTI NEWS - Dalam sebuah kehilangan yang mendalam, Drs. H. Abdul Azis Bebasa Karaeng Siga, ayah dari Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., Karaeng Tutu dan Dekan Fisip Uho, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Dadi Makassar sekitar pukul 06:25 Wita. Selasa, (14/11/2023)
Sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh, almarhum meninggalkan warisan yang tak terlupakan dalam kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat Sulawesi Selatan.
Alamat rumah duka, Jl. Paccinang Raya II No. 36 B, kompleks Kejaksaan Tello Baru Kota Makassar, menjadi pusat kepedihan bagi keluarga dan kerabat yang turut meratapi kepergian beliau.
Reaksi Sekretaris Karaengta Kota Baubau, Asbar Bilu, mencerminkan kehilangan yang dalam dan ketidakpercayaan atas berita duka ini.
Kepergian Drs. H. Abdul Azis Bebasa Karaeng Siga melahirkan duka yang mendalam bagi seluruh masyarakat, terutama mereka yang mengenalnya sebagai sosok penuh dedikasi dan integritas.
Selama hidupnya, Drs.H.Abdul Azis Bebasa Karaeng Siga dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara.
Sebagai seorang ayah, beliau memberikan inspirasi dan dorongan kepada putranya, Bapak Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., dalam meniti karier akademisnya.
Pendidikan dan pengabdian beliau juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya dalam perkembangan ilmu sosial dan politik.
Lebih Lanjut Asbar Bilu menyampaikan, Dengan tulus dan ikhlas, kami menyampaikan kabar duka cita atas berpulangnya almarhum Bapak Drs. H. Abdul Azis Bebasa Karaeng Siga dan mengenang jasa-jasanya yang telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang kehidupan. Kelima anak beliau, yakni:
1. Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., Karaeng Tutu
2. Ir. Dwi Muhammad Abduh., MM., Karaeng Mulu
3. Asiyah mirawati, SE., M.Si Karaeng Baji
4. Ir. Ishak Iskandar., M.Si., Karaeng Tumpu
5. Suanti Lantik. S.Si., Karaeng Tayu
Sebelum berpulang, almarhum dengan tegas menyampaikan harapannya bahwa jika saya tidak berhasil mencapai gelar Profesor, maka anak saya dapat melanjutkan cita-cita tersebut.
Dalam pesannya yang masih menggema, almarhum mengamanahkan agar suatu hari nanti, setelah kepergiannya, Kamu Tutu jagai adekmu semua, sayangi mereka seperti saya menyangimu.
Masyarakat Sulawesi Selatan kehilangan salah satu pemimpin yang berkomitmen pada masanya untuk kemajuan dan kesejahteraan daerah.
Semangat dan jejak perjalanan hidup almarhum akan terus diingat sebagai inspirasi bagi generasi mendatang. Seluruh lapisan masyarakat turut berduka cita dan mendoakan agar rohnya diterima di sisi-Nya. (A. Sakti)


Post a Comment