Header Ads

ads header

Gelar Yasinan dan Doa Tiap Sabtu Bentuk Karakter Pengurus Karaengta Kota Baubau Peduli


Baubau, SAKTI NEWS - Pengurus Karaengta Kota Baubau dan Warga selain silaturahmi rutin juga ditempa mentalnya melalui kegiatan rutin yasinan dan doa bersama bertempat di rumah Ketua Garda Karaengta Kota Baubau Baharuddin Daeng Ngampi Bin Lologau Daeng Talla Bin Jalang Dang Rangka Bin Bausa Daeng Nakku Bin La Idi Daeng Nyengka di BTN Inulgi Residence Blok A Nomor 32 Keluruahan Bukit Wolio Indah Kecamatan Wolio Kota Baubau. Sabtu (16/9/2023)

Ketua Karaengta Kota Baubau Abd Rahman Naba Daeng Lira  mengatakan, secara rutin kegiatan ini dilakukan setiap hari Sabtu, Pengurus dan Warga Karaengta Kota Baubau Yasinan dan Doa bersama secara bergilir di rumah warga.


Dikatakan, pembinaan rohani dan mental sebagai wadah untuk membentuk karakter pengurus dan warga Karaengta Kota Baubau menjadi lebih baik, lebih Kompak dan lebih peduli.

Sesepuh Karaengta Kota Baubau Bongkasa S.Ag., Daeng Rela mengatakan Kegiatan Binrohtal sebagai wadah untuk membentuk karakter Pengurus Karaengta Kota Baubau dan warga untuk menjadi lebih baik, lebih peduli dalam melayani warganya yang membutuhkan kehadiran dan keberadaan Pengurus.

Tujuan dilaksanakan kegiatan Binrohtal positif bagi Pengurus Karaengta Kota Baubau dan warga untuk memberikan siraman rohani dan moral setiap pengurus dan warga agar menjadi lebih baik serta menjadi alat kontrol diri. Ini merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan Pengurus Karaengta Kota Baubau dan warganya.


"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT atau Tuhan YME, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT atau Tuhan YME, juga sekaligus sebagai doa agar pelaksanaan program kerja Karaengta Kota Baubau ke depan dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dan masalah," harapnya.


Sekretaris Karaengta Kota Baubau Asbar Bilu menuturkanyasinan sebagai praktik pembauran sosial sangat penting untuk selalu ada. Ditelaah dari sudut struktural fungsional, yasinan bukanlah suatu hal yang rumit dalam kaitannya dengan perilaku masyarakat terutama dalam Karaengta Kota Baubau.

Solidaritas Pengurus Kareangta dan Warga selalu terwujud dalam yasinan. Kesan harmonis tampil dalam berbagai penampakannya, semisal penyeragaman dalam cara berbusana.

Yasinan telah menjadi kebudayaan di dalam kehidupan sosial. Sebab yasinan merupakan sarana untuk bersosialisasi, sekaligus menjalankan anjuran agama yang bersifat normatif. Tutur Asbar Bilu

Sehingga, Pengurus Karaengta Kota Baubau dan Warga tergerak untuk turut berpartisipasi sebagai bentuk adaptasi agar diterima di lingkungannya. Lanjunya

Harapannya, dengan pembinaan manajemen pengelolaan yang intens jamaah Yasinan mampu berperan lebih luas lagi. "Tidak sekadar sebagai kegiatan rutin yang bersifat ritual keagamaan dan sosial keagamaan saja, namun ditingkatkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan masyarakat madani dalam Karaengta Kota Baubau pada khususnya dan Indonesia pada umumnya." Tutup Asbar Bilu (A. Sakti Nur Asbar)

Tidak ada komentar